TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI
DENGAN KELOMPOK SASARAN
A.
Penggunaan
TIK Dalam Pembelajaran Program Pelatihan
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam
program pelatihan, sangat diperlukan karena orang yang ikut dalam pelatihan
tersebut apa kegunaan teknologi informasi dan komunikasi dan bisa berguna bagi
orang tersebut dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan
diadakan pelatihan ini, diharapkan peningkatan kerja bagi perangkat desa ini
akan lebih memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat desa agar lebih baik dan
lebih akurat sehingga wargapun merasa sangat terbantu demikian pula bagi
perangkat merasa terbantu dengan penguasaan dibidang IT komputer dalam
mengerjakan administrasi desa lebih cepat dan akurat dan memberikan manfaat
bagi peningkatan kemajuan desa masing-masing.
Pelatihan ini juga nanti akan diadakan bagi
desa-desa yang belum pernah mengikuti pelatihan TIK, agar seluruh aparat desa
yang ada dapat lebih mengerti dan paham tentang pemanfaat teknologi sehingga
desa tersebut lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
tersebut. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penyampaian materi melalui
metode ceramah mengenai pengenalan TIK serta bagaimana TIK dapat dimanfaatkan
bagi proses pembelajaran serta ragam aplikasi yang dapat digunakan untuk
membantu para guru dalam pembelajarannya.
Pada pemaparan materi ini, sudah terlihat bagaimana
peserta merespon dengan positif, dimana terkadang disela-sela pemaparan ada
pertanyaaan yang muncul dari peserta pelatihan. Hal ini dikarenakan sebagian
peserta belum mengenal aplikasi-aplikasi tersebut, tetapi mereka menunjukan
keinginan belajarnya dengan sesekali bertanya. Pada sesi ini juga ditawarkan
aplikasi yang akan di fokuskan untuk diperdalam, karena tidak mungkin seluruh
aplikasi dapat diberikan dan dikuasai oleh kegiatan yang singkat seperti ini.
Aplikasi yang ditawarkan adalah flash, e-learning, learning management system
dan microsoft word.
Di sepakati oleh seluruh peserta bahwa untuk flash,
e-learning dan learning management system hanya pengenalan saja, sedangkan microsoft
word karena berkaitan dengan keseharian mereka sedikit lebih mendalam. Kegiatan
dilanjutkan dengan pemaparan pengenalan aplikasi flash bagi pembelajaran, pada
materi ini peserta diberikan pengantar dan beberapa contoh flash yang dapat
meningkatkan minat siswa pada belajar dikarenakan tampilan yang menarik
sehingga tidak menimbulkan kebosanan dalam belajar yang dilanjutkan dengan
membuka sesi tanya jawab. Ketika sesi ini tanya jawab terlihat antusiasme
peserta dengan banyak nya pertanyaan khususnya berkenaan dengan mata pelajaran
yang mereka pegang untuk dimungkinkan atau tidak menggunakan aplikasi flash.
Jadi dapat disimpulkan penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi dalam program harus dibudidayakan atau dikembangkan
dan dipahami sehingga dalam memberikan pelatihan kita akan lebih
menyampaikannya dengan mudah dan memberi arahan bahwa teknologi informasi
sangat berguna bagi orang tersebut.
B.
Penggunaan
TIK Dalam Pembelajaan Program Pemberdayaan Masyarakat
Seperti yang kita ketahui penggunaan tik dalam
program masyarakat sangat membantu masyarakat. Misalnya dari segi perkapita
kehidupannya, dan masyarakat tersebut bisa dengan mudah melihat bagaimana, atau
pedoman dalam mencari sesuatu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
tersebut. Dalam Buku Putih Kementrian Riset dan Treknologi tahun 2006
disebutkan harapan-harapan yang ingin dicapai dalam penelitian dan pengembangan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, yaitu :
1. Meningkatkan
kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.
2. Meningkatkan
daya saing bangsa.
3. Memperkuat
persatuan dan kesatuan nasional.
4. Mewujudkan
pemerintahan yang transparan.
5. Meningkatkan
jati diri bangsa ditingkat internasional
Dari
kelima hal tersebut, penelitian dan pengembangan TIK diharapkan lebih melihat
user needs (kebutuhan pengguna atau stakeholder) serta lebih membumi dan
memprioritaskanpenelitian ke arah mencari solusi kebutuhan riil masyarakat. Teknologi
Informasi dan Komunikasi harus mampu menjawab kepentingan empat stakeholder,
yaitu :
a) Masyarakat
dan publik, untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based
society) dan layanan elektronik (e-Service).
b) Pemerintah,
untuk menuju e-Government dan membentuk pemerintah yang bersih dan transparan.
c) Industri,
untuk menuju industri TIK tingkat global dan berdaya saing tinggi.
d) Lembaga
Iptek, untuk menuju lembaga riset ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa
bersaing di kancah internasional
Selama ini informasi didapatkan dari
mulut ke mulut atau melalu fasilitas telepon selular, baik telepon maupun sms.
Sedangkan masih banyak petani yang belum sanggup membeli alat telekomunikasi
ini atau minim akses informasi. Untuk itu perlu disediakan fasilitas
infrastruktur TIK dan akses informasi yang memadai agar terjadi pemerataan
sebaran informasi sampai ke kelompok masyarakat terkecil di pedesaan, bahkan
sampai ke individu-individu petani. Adapun langkah riil yang dapat dilakukan
adalah penyediaan terminal-terminal akses informasi untuk masyarakat desa
khususnya petani untuk mempercepat penyebaran informasi terkait pertanian,
seperti :
1. Medi content di telepon selular atau personal komputer yang user friendly,
cepat, dan murah.
2. Terminal-terminal
komputer gratis yang terkoneksi ke internet yang dapat diakses
oleh masyarakat terutama petani/kelompok tani, nelayan beserta
komunitasnya, dan juga pemerintah.
3. Contoh Content untuk
komoditas pertanian seperti informasi pembibitan, pupuk, pestisida,
penyemprotan, curah hujan, lokasi tanam, harga produk, pasar, dll; untuk
perikanan seperti harga produk perikanan, cuaca, angin, dll;
4. Content dapat
dikembangkan untuk hal lainnya yang terkait dengan pemberdayaan masayarakat.
C. Penggunaan TIK Dalam Program
Penyuluhan dan/atau Iklan Layanan Masyarakat
Kini di Era Komunikasi Global dimana
perangkat Teknologi Informasi berupa internet yang semarak dengan penyelenggara
komersial berupa Warung Internet (Warnet), bukan lagi barang asing. Terlebih
lagi, perangkat Teknologi Informasi pada tingkat Departemen Pertanian, Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai-Balai Penelitian dan Pengembangan
Komoditas Pertanian sebagai penghasil inovasi teknologi pertanian, juga telah
memadai. Di tingkat wilayah saat ini terdapat 30 Balai Pengkajian Teknologi
Pertanian (BPTP), perangkat organisasi Badan Litabang Pertanian yang
mengakuisisi peran Balai Informasi Pertanian tempo dulu, berperan sebagai
penghasil Teknologi Tepat Guna Spesifik Lokasi, sekaligus memberikan contoh
diseminasinya, kini juga dilengkapi dengan perangkat Teknologi Informasi.
Dengan demikian, perangkat pemerintah
pusat dan sumber-sumber inovasi teknlogi, termasuk perangkatnya di wilayah
pengembangan pertanian nampaknya siap berperan tanpa hambatan (contoh terbaru
lahirnya Website Prima Tani). Karena itu, saatnya perhatian dan upaya
penyediaan perangkat Teknologi Informasi diarahkan kepada pengguna inovasi
teknologi secara lokal kabupaten dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), yang
bersentuhan langsung dengan berjuta petani yang haus akan inovasi teknologi dan
rekayasa kelembagaan pedesaan progresif, melengkapi sistem, media dan metode
penyuluhan konvensional kita saat ini yang sedang bergelut dengan peningkatan
kinerjanya.
Di Jepang sudah pasti terlebih dahulu
melakukan penyuluhan pertanian serta teknologi dan inovasi-inovasi yang lebih
maju dibanding Indonesia. Akan tetapi Indonesia bukan tidak mementingkan hal
ini karena sadarnya akan pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dalam
pertanian, maka sudah banyak berkembang teknologi informasi dalam pertanian
seperti yang diuraikan pada artikel diatas. Tetapi sayangnya teknologi
pertanian ini belum seutuhnya merata ke petani-petani kecil yang sebenarnya
sangat begitu membutuhkan agar lebih bisa berpikir maju dan modern. Sehingga
dalam pengembangan usaha tani bisa jauh lebih baik contohnya saja dengan
agribisnis, dimana petani bisa sekaligus menjadi entrepreneur atau wirausaha.
Petani tidak buta dengan bisnis pertanian dan tidak dibodohi oleh orang-orang
yang mengambil keuntungan dari keterbelakangan petani itu sendiri dalam hal
bisnis. Dengan masuknya teknologi serta inovasi-inovasi dalam pertanian
diharapkan petani pun tidak lagi identik dengan kemiskinan dan kebodohan akan
tetapi petani identik dengan pintar, kaya dan bisa menjadi pekerjaan yang
sangat dihargai oleh seluruh aspek masyarakat.
Jadi, penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi dalam pembelajaran program penyuluhan dan iklan masyarakat kita
lebih tahu tahu bagaimana cara yang tepat untuk memberikan penyuluhan yang
baik, dan benar, Sehingga kita bisa memberikan ilmu bermanfaat kepada
masyarakat dan masyarakat tersebut mau berubah ke arah yang lebih baik dan
tidak berdiam diri dalam era Globalisasi ini. Dan semoga masyarakat mau
menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari karena penyuluhan tersebut sangat
penting.
DAFTAR
PUSTAKA :
https://mchandramidi.wordpress.com/2015/07/07/peran-teknologi-informasi-dan-komunikasi-untuk-peningkatan-proses-pembelajaran/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar