Selasa, 27 Februari 2018

Tugas Minggu 4 TIK PLS, Rabu UNP14308 seksi 201720050065


ASPEK PENGELOLAAN SUMBER DAYA DALAM PEMANFAATAN TIK

             1.      Kesiapan Sumber Daya Manusia dalam Mengelola TIK 

a.       Ciri-ciri masyarakat dengan teknologi informasi modern
Telah sering dikatakan bahwa dunia dewasa ini dihadapkan kepada berbagai macam “ledakan”. Misalnya, ada ledakan penduduk, ledakan teknologi dan ada pula ledakan informasi.Yang dimaksudkan dengan ledakan di sini adalah tekanan nyata daripada sesuatu terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat yang terjadi pada proporsi yang belum pernah dialami sebelumnya. Terlepas dari kenyataan apakah arah ledakan itu menurus kepada hal-hal yang “baik” dan/atau “buruk”, yang jelas ialah bahwa pengaruh ledakan itu dirasakan oleh para anggota masyarakat.
Salah satu ledakan yang paling dirasakan kuatnya dewasa ini adalah ledakan informasi. Ledakan tersebut timbul sebagai akibat dari pada perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi. Jika proporsi ledakan informasi itu terus meningkat, maka kiranya dapat dibuat suatu assumsi bahwa di masa-masa yang akan datang, pengaruh dan peranan informasi dalam tata kehidupan seseorang, suatu organisasi, suatu negara dan dunia akan semakin terasa pula. Dengan perkataan lain, akan timbul suatu masyarakat yang dalam buku ini disebut dengan “masyarakat informasional”.
Kiranya perlu disadari bahwa ciri-ciri yang dikemukakan dimuka mungkin belum lengkap dan masih dapat ditambah lagi. Untuk menyusun rangkaian ciri-ciri yang betul-betul lengkap memerlukan penelitian yang sangat mendalam untuk menemukan teori paripurna tentang informasi dan masyarakat. Usaha demikian berada diluar kemampuan penulis dewasa ini.
Dan juga ruang lingkup buku ini memang tidak seluas itu. Yang jelas adalah bahwa kiranya ciri-ciri tersebut dipandang cukup untuk memberikan gambaran tentang pengaruh, peranandan implikasi-implikasi sosial yang akan dihadapi oleh manusia dalammasyarakat informasional.

b.      Upaya Peningkatan Kapasitas SDM
Perlu upaya Peningkatan Kapasitas SDM  dan Penataan dalam pendayagunaan, dengan perencanaan yang matang sesuai dengan kebutuhan, serta pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dilakukan:
1.  Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya informasi serta pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi. Baik dikalangan pemerintah maupun dikalangan masyarakat.
2.   Pemanfaatan sumber daya pendidikan dan pelatihan termasuk perangkat teknologi informasi dan komunikasi baik yang dimiliki oleh lembaga pemerintah maupun non-pemerintah/masyarakat.
3.   Pengembangan pedoman penyelengaraan pendidikan dan pelatihan bagi lembaga pemerintah agar hasil pendidikan dan pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan.
4.   Peningkatan kapasitas peyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal untuk mengurangi kesenjangan SDM dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
5.   Peningkatan informasi melalui pemberian penghrgaan/ apresiasi kepada seluruh SDM bidang informasi dan komunikasi di pemerintah dan daerah serta masyarakat yang secara aktif mengembangkan inovasi menjadi karya yang bermanfaat bagi pengembangannya.

2.      Keberterimaan Warga Belajar Terhadap Produk TIK
Adapun ini manfaat-manfaat internet dari perkembangan teknologi informasi saat ini adalah sebagai berikut :
a.      Dapat  mengembangkan kreativitas yang telah kita miliki
b.     Mempermudah kita untuk mencari informasi-informasi terbaru
c.      Mampu menjalin tali silahturahim dengan teman atau kerabat yang jauh
d.      Mencari penghasilan misalnya dengan cara penjualan online atau yang lain-lain
e.  Dapat  menyalurkan sebuah hobi yang kita miliki, misalnya hobi menulis bisa tersalurkan dengan cara kita menulis sebuah artikel, cerita pendek, novel serta menulis yang lainnya
f.       Dapat  mencari beberapa informasi tentang lowongan pekerjaan
g.  Bisa membantu para pelajar ataupun mahasiswa dalam mengerjakan tugas atau mengerjakan soal-soal latihan secara online, dan masih banyak lagi.

Dari beberapa Manfaat tersebut yang menjadikan masyarakat lebih sering menggunakan internet dalam kehidupan sehari-harinya, apalagi sekarang ini banyak dijual komputer atau laptop dengan harga yang terjangkau sehingga banyak kalangan masyarakat yang sudah memilikinya. Namun, apabila kemajuan teknologi informasi ini tidak didampingi dengan majunya ilmu pengetahuan bisa saja kemajuan teknologi ini bukan menjadi bermanfaat pada si pengguna tapi malah menimbulkan berbagai masalah yang merugikan bagi si pengguna. Oleh karena itu, manfaatkan kecanggihan teknologi informasi ini dengan sebaik-baiknya agar bisa memberikan manfaat kepada kita.

SUMBER :

Selasa, 20 Februari 2018

Tugas Minggu 3 TIK PLS, Rabu UNP14308 seksi 201720050065

TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN

A.    Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran Program Pelatihan
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program pelatihan, sangat diperlukan karena orang yang ikut dalam pelatihan tersebut apa kegunaan teknologi informasi dan komunikasi dan bisa berguna bagi orang tersebut dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan diadakan pelatihan ini, diharapkan peningkatan kerja bagi perangkat desa ini akan lebih memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat desa agar lebih baik dan lebih akurat sehingga wargapun merasa sangat terbantu demikian pula bagi perangkat merasa terbantu dengan penguasaan dibidang IT komputer dalam mengerjakan administrasi desa lebih cepat dan akurat dan memberikan manfaat bagi peningkatan kemajuan desa masing-masing.

Pelatihan ini juga nanti akan diadakan bagi desa-desa yang belum pernah mengikuti pelatihan TIK, agar seluruh aparat desa yang ada dapat lebih mengerti dan paham tentang pemanfaat teknologi sehingga desa tersebut lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Kegiatan pelatihan ini diawali dengan penyampaian materi melalui metode ceramah mengenai pengenalan TIK serta bagaimana TIK dapat dimanfaatkan bagi proses pembelajaran serta ragam aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu para guru dalam pembelajarannya.

Pada pemaparan materi ini, sudah terlihat bagaimana peserta merespon dengan positif, dimana terkadang disela-sela pemaparan ada pertanyaaan yang muncul dari peserta pelatihan. Hal ini dikarenakan sebagian peserta belum mengenal aplikasi-aplikasi tersebut, tetapi mereka menunjukan keinginan belajarnya dengan sesekali bertanya. Pada sesi ini juga ditawarkan aplikasi yang akan di fokuskan untuk diperdalam, karena tidak mungkin seluruh aplikasi dapat diberikan dan dikuasai oleh kegiatan yang singkat seperti ini. Aplikasi yang ditawarkan adalah flash, e-learning, learning management system dan microsoft word.

Di sepakati oleh seluruh peserta bahwa untuk flash, e-learning dan learning management system hanya pengenalan saja, sedangkan microsoft word karena berkaitan dengan keseharian mereka sedikit lebih mendalam. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan pengenalan aplikasi flash bagi pembelajaran, pada materi ini peserta diberikan pengantar dan beberapa contoh flash yang dapat meningkatkan minat siswa pada belajar dikarenakan tampilan yang menarik sehingga tidak menimbulkan kebosanan dalam belajar yang dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab. Ketika sesi ini tanya jawab terlihat antusiasme peserta dengan banyak nya pertanyaan khususnya berkenaan dengan mata pelajaran yang mereka pegang untuk dimungkinkan atau tidak menggunakan aplikasi flash.

Jadi dapat disimpulkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program harus dibudidayakan atau dikembangkan dan dipahami sehingga dalam memberikan pelatihan kita akan lebih menyampaikannya dengan mudah dan memberi arahan bahwa teknologi informasi sangat berguna bagi orang tersebut.

B.     Penggunaan TIK Dalam Pembelajaan Program Pemberdayaan Masyarakat
Seperti yang kita ketahui penggunaan tik dalam program masyarakat sangat membantu masyarakat. Misalnya dari segi perkapita kehidupannya, dan masyarakat tersebut bisa dengan mudah melihat bagaimana, atau pedoman dalam mencari sesuatu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut. Dalam Buku Putih Kementrian Riset dan Treknologi tahun 2006 disebutkan harapan-harapan yang ingin dicapai dalam penelitian dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia, yaitu :
1.      Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. 
2.      Meningkatkan daya saing bangsa.
3.      Memperkuat persatuan dan kesatuan nasional. 
4.      Mewujudkan pemerintahan yang transparan.
5.      Meningkatkan jati diri bangsa ditingkat internasional

Dari kelima hal tersebut, penelitian dan pengembangan TIK diharapkan lebih melihat user needs (kebutuhan pengguna atau stakeholder) serta lebih membumi dan memprioritaskanpenelitian ke arah mencari solusi kebutuhan riil masyarakat. Teknologi Informasi dan Komunikasi harus mampu menjawab kepentingan empat stakeholder, yaitu :
a)      Masyarakat dan publik, untuk menuju masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) dan layanan elektronik (e-Service).
b)      Pemerintah, untuk menuju e-Government dan membentuk pemerintah yang bersih dan transparan.
c)      Industri, untuk menuju industri TIK tingkat global dan berdaya saing tinggi.
d)     Lembaga Iptek, untuk menuju lembaga riset ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa bersaing di kancah internasional
Selama ini informasi didapatkan dari mulut ke mulut atau melalu fasilitas telepon selular, baik telepon maupun sms. Sedangkan masih banyak petani yang belum sanggup membeli alat telekomunikasi ini atau minim akses informasi. Untuk itu perlu disediakan fasilitas infrastruktur TIK dan akses informasi yang memadai agar terjadi pemerataan sebaran informasi sampai ke kelompok masyarakat terkecil di pedesaan, bahkan sampai ke individu-individu petani. Adapun langkah riil yang dapat dilakukan adalah penyediaan terminal-terminal akses informasi untuk masyarakat desa khususnya petani untuk mempercepat penyebaran informasi terkait pertanian, seperti :
1.    Medi content di telepon selular atau personal komputer yang user friendly, cepat, dan murah.
2.    Terminal-terminal komputer gratis yang terkoneksi ke internet yang dapat diakses oleh masyarakat terutama petani/kelompok tani, nelayan beserta komunitasnya, dan juga pemerintah.
3.   Contoh Content untuk komoditas pertanian seperti informasi pembibitan, pupuk, pestisida, penyemprotan, curah hujan, lokasi tanam, harga produk, pasar, dll; untuk perikanan seperti harga produk perikanan, cuaca, angin, dll;
4.      Content dapat dikembangkan untuk hal lainnya yang terkait dengan pemberdayaan masayarakat.

       C. Penggunaan TIK Dalam Program Penyuluhan dan/atau Iklan Layanan Masyarakat
Kini di Era Komunikasi Global dimana perangkat Teknologi Informasi berupa internet yang semarak dengan penyelenggara komersial berupa Warung Internet (Warnet), bukan lagi barang asing. Terlebih lagi, perangkat Teknologi Informasi pada tingkat Departemen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai-Balai Penelitian dan Pengembangan Komoditas Pertanian sebagai penghasil inovasi teknologi pertanian, juga telah memadai. Di tingkat wilayah saat ini terdapat 30 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), perangkat organisasi Badan Litabang Pertanian yang mengakuisisi peran Balai Informasi Pertanian tempo dulu, berperan sebagai penghasil Teknologi Tepat Guna Spesifik Lokasi, sekaligus memberikan contoh diseminasinya, kini juga dilengkapi dengan perangkat Teknologi Informasi.
Dengan demikian, perangkat pemerintah pusat dan sumber-sumber inovasi teknlogi, termasuk perangkatnya di wilayah pengembangan pertanian nampaknya siap berperan tanpa hambatan (contoh terbaru lahirnya Website Prima Tani). Karena itu, saatnya perhatian dan upaya penyediaan perangkat Teknologi Informasi diarahkan kepada pengguna inovasi teknologi secara lokal kabupaten dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), yang bersentuhan langsung dengan berjuta petani yang haus akan inovasi teknologi dan rekayasa kelembagaan pedesaan progresif, melengkapi sistem, media dan metode penyuluhan konvensional kita saat ini yang sedang bergelut dengan peningkatan kinerjanya.
Di Jepang sudah pasti terlebih dahulu melakukan penyuluhan pertanian serta teknologi dan inovasi-inovasi yang lebih maju dibanding Indonesia. Akan tetapi Indonesia bukan tidak mementingkan hal ini karena sadarnya akan pentingnya teknologi informasi dan komunikasi dalam pertanian, maka sudah banyak berkembang teknologi informasi dalam pertanian seperti yang diuraikan pada artikel diatas. Tetapi sayangnya teknologi pertanian ini belum seutuhnya merata ke petani-petani kecil yang sebenarnya sangat begitu membutuhkan agar lebih bisa berpikir maju dan modern. Sehingga dalam pengembangan usaha tani bisa jauh lebih baik contohnya saja dengan agribisnis, dimana petani bisa sekaligus menjadi entrepreneur atau wirausaha. Petani tidak buta dengan bisnis pertanian dan tidak dibodohi oleh orang-orang yang mengambil keuntungan dari keterbelakangan petani itu sendiri dalam hal bisnis. Dengan masuknya teknologi serta inovasi-inovasi dalam pertanian diharapkan petani pun tidak lagi identik dengan kemiskinan dan kebodohan akan tetapi petani identik dengan pintar, kaya dan bisa menjadi pekerjaan yang sangat dihargai oleh seluruh aspek masyarakat.
Jadi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran program penyuluhan dan iklan masyarakat kita lebih tahu tahu bagaimana cara yang tepat untuk memberikan penyuluhan yang baik, dan benar, Sehingga kita bisa memberikan ilmu bermanfaat kepada masyarakat dan masyarakat tersebut mau berubah ke arah yang lebih baik dan tidak berdiam diri dalam era Globalisasi ini. Dan semoga masyarakat mau menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari karena penyuluhan tersebut sangat penting.


DAFTAR PUSTAKA :
https://mchandramidi.wordpress.com/2015/07/07/peran-teknologi-informasi-dan-komunikasi-untuk-peningkatan-proses-pembelajaran/


Minggu, 11 Februari 2018

Tugas Minggu 2 TIK PLS, Rabu UNP14308 seksi 201720050065

PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

1.      Pengertian
Istilah media berasal dari bahasa latin, yaitu medium yang memiliki arti perantara. Dalam Dictionary of Education, disebutkan bahwa media adalah bentuk perantara dalam berbagai jenis kegiatan berkomunikasi. Sebagai perantara, maka media ini dapat berupa koran, radio, televisi bahkan komputer. 
Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Lebih lanjut, Briggs menyatakan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.  Definisi tersebut mengarahkan kita untuk menarik suatu simpulan bahwa media adalah segala jenis (benda) perantara yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada orang yang membutuhkan informasi. Lebih lanjut, dalam proses pembelajaran dikenal pula istilah media pembelajaran. 
Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari. Teknologi Informasi di dalam Kurikulum nasional Inggris dan Wales menyatakan bahwa IT ditandai oleh suatu kemampuan untuk menggunakan secara efektif perkakas IT sebagai suatu sumber informasi untuk meneliti, memproses suatu informasi, dan untuk model, mengukur suatu kendali peristiwa diluar.
Pembelajaran berbasis TIK adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses pembelajaran. TIK berperan sebagai alat bantu bukan sebagai subyek utama. Dengan menggunakan pembelajaran berbasis TIK ini diharapkan mampu melahirkan siswa/mahasiswa yang mampu bersaing tidak saja pada tingkat lokal dan nasional tapi terlebih lagi pada kancah internasional.

2.      Pemilihan Jenis-jenis dan Pemanfaatan Media pembelajaran TIK dalam PLS
a.       ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar,
b.      ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu
c.       ada perbedaan karakteristik setiap media
d.      ada perbedaan pemakai media tersebut
e.       ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan
Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.

1.      Komputer
a.       Pengertian Komputer
Istilah komputer diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute). Definisi komputer disampaikan oleh Hamacter yang dikutip oleh Wahono (2003), ‘Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi’. Tiga sifat komputer menurut Daryanto (2007) yaitu: bekerja dengan menggunakan tenaga listrik (elektronik), bekerja berdasarkan program, bekerja dalam suatu sistem.

b.      Pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran.
Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut Arsyad (2002:54-55).
1)      Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna, dan musik yang dapat menambah realisme.
2)      Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran.
3)      Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya.
4)      Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran, memberi kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau.
5)      Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD interaktif,  video,  dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer.


2.      Internet
a.       Pengertian
Internet merupakan sebuah perpustakaan raksasa dunia yang di dalamnya terdapat jutaan bahkan miliaran informasi atau data yang berupa text, grafik, audio, animasi maupun digital konten lainnya. Dalam akses global internet dapat memfasilitasi beragam sumber belajar yang dibutuhkan siswa.

b.      Fungsi dasar internet menurut Sidharta (1996:9) adalah:
1)  Pelayanan mail (SMTP: Simple Mail Transfer Protocol), yaitu pelayanan untuk mengirim dan menerima pesan-pesan.
2)   Pelayanan   telnet   (HTTP: Hyper  Text  Transfer  Protocol),yaitu pelayanan yang memberi kesempatan kepada pemakai internet   untuk   menghubungi   suatu  sistem  yang  terletak  ditempat yang jauh.
3)  Pelayanan FTP (File Transfer Protocol), yaitu pelayanan yang memberikan kesempatan kepada pemakai internet untuk mentransfer  file dari satu sistem ke sistem lain. Proses ini disebut juga sebagai downloadin
4)  Pelayanan client/server, yaitu sistem yang didukung oleh program server. Misalnya: Gapher, white page, yellowpages, dan lain-lain.

c.       Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran
Bagi para pengajar, internet bermanfaat dalam mengembangkan profesinya, karena dengan internet dapat:
            (a) meningkatkan pengetahuan,
            (b) berbagi sumber dengan rekan sejawat,
            (c) bekerja sama dengan pengajar luar negeri,
            (d) kesempatan mempublikasikan informasi secra langsung,
            (e) mengatur komunikasi secara teratur, dan
            (f) berpartisipasi dalam forum-forum lokal maupun internasional.

           Di samping itu bisa internet bisa bermanfaat sebagai sumber bahan mengajar.
Sementara itu, para peserta didik dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian.

3.      Peralatan Audio
Perkembangan peralatan audio saat ini juga mengalami perkembangan yang pesat. Peralatan audio yang di pergunakan dalam proses bimbingan dan konseling seperti tape recorder. Penggunaan tape recorder ini antara lain adalah untuk merekam sesi konseling dan memutar kembali hasil-hasil yang diperoleh selama sesi konseling. Tape recorder membutuhkan kaset untuk bisa melakukan tindakan perekaman. Kaset memiliki pita magnetik yang berfungsi untuk menyimpan data atau informasi percakapan.
             Saat ini telah berkembang alat perekam yang tidak membutuhkan pita perekam. Alat ini disebut MP3 dan MP4. Pada dasarnya alat ini berfungsi sebagai player, dimana di dalam alat ini terdapat sebuah mini harddisk yang memiliki kapasitas sampai dengan 4 Gb. Sebagai sebuah player, maka alat ini dapat memainkan musik dan dapat dipergunakan untuk merekam suara. Ukuran MP3 dan MP4 saat ini amat kecil jika dibandingkan dengan sebuah mini tape recorder biasa. Seringkali kita jumpai, alat MP3 atau MP4 seukuran sebuah spidol atau ballpoint.

4.      Peralatan Visual
 Alat visual dapat bermacam-macam ragamnya seperti video player dan VCD/DVD player. Pada awalnya, penggunaan peralatan visual adalah dengan mempergunakan projector. Penggunaan proyektor ini dipandang tidak efisien, karena dalam proses produksinya membutuhkan tahapan-tahapan yang panjang. Mulai dari merekam gambar sampai dengan menampilkan gambar. Bahkan seringkali dijumpai mutu gambar yang tidak bagus dan bahkan mudah rusak. Sehingga lambat laun peralatan ini mulai ditinggalkan. Video player dulu merupakan peralatan yang lumayan banyak dipergunakan orang. Hanya saja, saat ini sudah banyak ditinggalkan karena proses produksinya tertalu berbelit. Untuk menghasilkan sebuah hasil rekaman yang baik, dibutuhkan kamera perekam yang lumayan besar dan berat, selain itu kaset yang dipergunakan juga relatif besar, sehingga dipandang tidak praktis. Terlebih, hasil rekaman seringkali tidak begitu jernih.Peralatan visual yang sering kita jumpai antara lain adalah video player atau CD player. Peralatan ini banyak dijumpai karena memiliki tingkat pengoperasian yang mudah dan memiliki harga yang relatif murah. Penggunaan video player ini tidak akan bisa lepas dari keberadaan sebuah disc atau keping VCD/DVD.
Dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, proses perekaman gambar tidak perlu mempergunakan perangkat yang bermacam-macam. Saat ini telah berkembang alat perekam (handycam) yang secara langsung dapat merekam gambar langsung ke dalam keping VCD/DVD. Dengan kata lain, pengoperasian VCD/DVD ke player akan semakin mudah.

·         Ada 5 alat pendukung dalam pembelajaran berbasis TIK:
a.       Teks
Materi yang di simpan bisa dalam berbagai jenis file. Pengajar-pengajar yang menggunakan komputer akan terbiasa dengan file berbentuk teks, misalnya doc atau pdf. Selain berkas teks, materi pembelajaran pundapat berupa berkas presentasi misalnta ppt.
b.      Gambar
Penggunaan komputer pun biasanya tidak asing dengan file-file gambar baik berupa foto atau gambar digital misalnya file berekstensi jpg dan bmp. Penggunaan gambar sebenarnya tidak terlalu banyak digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini disebabkan oleh tidak banyaknya materi pembelajaran yang harus digunakan dalam bentuk gambar.
c.       Animasi
Beberapa  pengguna  komputer  telah  mengenal  animasi.  Sekarang  animasi  di  internet  lebih menarik daripada gambar. Animasi itu dapat berupa gambar kecil yang bergerak atau menampilkan teks  yang  bergerak.  Animasi  itu dapat  dibuat  dengan  flash  atau  pengolah gambar atau foto.  File  animasi  di  antaranya  berekstensi  swf atau  gif. Daripada  hanya  sekedar  teks,  pembelajaran  dengan  gambar  atau  animasi akan  lebih  menarik.
d.      Suara ( Alternatif dari Materi Teks, Gambar dan Animasi)
Salah  satu  upaya  untuk  mendapatkan  materi  pembelajaran  yang paling  mudah  adalah  merekam  ceramah  kemudian  menyimpannya  di  dalam  pembelajaran asinkronus  (berbasis  teknologi  informasi).  Pada  saat  ini  pesawat  pemutar  mp3  (mp3  player), pemutar mp4 (mp4 player), atau telepon selular dapat merekam sampai puluhan menit.
e.       Film
Upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah membuat film pembelajaran di kelas. Film pada saat ini dapat dibuat hanya dengan telepon selular ataupun dengan kamera. Pembuatan film dengan telepon  selular  lebih  realistis  karena  filenya  dapat  langsung  disimpan  (di-upload)  di  internet. 
·  Beberapa aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran yang dapat di kembangkan antara lain:

1.      Pembelajaran berbasis komputer
      Pembelajaran berbasis komputer yaitu penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Penggunaan komputer secara langsung dengan peserta didik untuk menyampaikan isi pembelajaran, memberikan latihan dan mengevaluasi kemajuan belajar peserta didik.
2.      E-learning
Blended e-learning adalah pembelajaran terpadu dengan menggunakan jaringan internet, LAN atau WAN sebagai pengantar materi, interaksi atau fasilitas. Blended e-learning disebut juga online learning.
3.      Peniaian berbasis TIK
Penilaian hasil belajar peserta didik dapat memerlukan pengolahan dan analisi yang akurat, objektif, transparan dan integral agar bisa di pertanggungjawabkan. Oleh karena itu perlu dikembangkan penilaian berbasis komputer yang bisa di akses oleh peserta didik, pengajar dan orang tua.
4.      Perpustakaan online
Perpustakaan online adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang ada di internet yang memungkinkan seorang pencari informasi dapat mengakses kesegala sumber ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya batasan waktu dan jarak

·   Kelebihan dan kekurangan pembelajaran TIK
Kelebihan pembelajaran berbasis TIK antara lain:
a.       Melalui TIK gambar-gambar dapat lebih mudah digunakan dalam poses mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para peserta didik.
b.      Melalui TIK para pendidik dapat dengan mudah menjelaskan instruksi-instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para peserta didik.
c.       Melalui TIK para pendidik dapat membuat kelas interaktif dan membuat proses belajar mengajar lebih menyenangkan.

Kekurang pembelajaran berbasis TIK antara lain :
a.       Permasalahan dalam pengaturan dan pengoperasian dari alat tersebut.
b.      Terlalu mahal untuk dimiliki.
c.       Sering terjadi penyalahgunaan teknologi.
d.      Kesulitan untuk para pendidik dengan pengalaman yang sangat minim dalam penggunaan alat TIK.






Daftar Rujukan
Ewes A. Chaeruman  . 2006. Aspek Pembelajaran . Pustekom. Jakarta

Materi Workshop Penyempurnaan Media Pembelajaran Berbasis TIK . 2006 . Jakarta.

Sadiman, Arief, dkk. 2007. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan

            Pemanfaatannya. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Tugas Minggu 6 TIK PLS, Rabu UNP14308 seksi 201720050065

PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI PLS A.  Identifikasi Kebutuhan Sasaran Dan Bahan Belajar Pendukung suatu Produk TIK  D...